Marquee

:: Selamat Datang! Semoga Anda mendapatkan yang Anda cari.. :: Terima Kasih telah berkunjung :) :: Welcome! I hope you can find what you need here :: Thank You for your visits :) ::

Kamis, 22 Maret 2012

UJI KECEPATAN PERTUMBUHAN RAMBUT

UJI KECEPATAN PERTUMBUHAN RAMBUT

Disusun Oleh :
Nama Mahasiswa : Linus Seta Adi Nugraha
Nomor Mahasiswa : 09.0064
Tgl. Praktikum : 11 April 2011
Hari Praktikum : Senin
Dosen Pembimbing : Rini Handayani, S.Si., Apt.

LABORATORIUM FARMAKOLOGI
AKADEMI FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2011

UJI KECEPATAN PERTUMBUHAN RAMBUT

A. TUJUAN
Mahasiswa dapat mengenal cara uji obat atau simplisia tentang pengaruh dan efektifitas Sari Ayu, Seledri, dan Lidah Buaya terhadap kecepatan pertumbuhan rambut pada kelinci.

B. DASAR TEORI
Rambut mempunyai peran dalam proteksi terhadap lingkungan yang merugikan, antara lain suhu dingin atau panas, dan sinar ultraviolet. Selain itu, rambut juga berfungsi melindungi kulit terhadap pengaruh-pengaruh buruk; misalnya alis mata melindungi mata agar keringat tidak mengalir ke mata, sedangkan bulu hidung menyaring udara. Rambut juga berfungsi sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat, dan sebagai indera peraba yang sensitif (Harahap, 2000).

Rambut merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia, oleh karena itu beberapa usaha di seluruh dunia telah dilakukan untuk mendapatkan hair tonic yang efektif. Beberapa metode untuk mengevaluasi keefektifan hair tonic ini telah dilakukan, seperti metode marking, dyening, clipping, shaving dan weighing. Namun demikian, beberapa metode ini memiliki kekurangan, misalnya thallium acetate yang digunakan dalam metode marking terbukti beracun pada hewan percobaan tikus (Tanaka, et al., 1980).

Penumbuh rambut (hair tonic) adalah sediaan yang mengandung bahan-bahan yang diperlukan oleh rambut, akar rambut, dan kulit kepala (Tranggono, 1992). Penggunaan bahan-bahan yang berfungsi sebagai penumbuh rambut (misalnya counter irritant) dalam konsentrasi rendah akan menyebabkan kemerahan pada kulit dan rasa hangat sehingga meningkatkan aliran darah pada kapiler kulit (Balsam dan Sagarin, 1974).

Aloe vera adalah tanaman berair tak berbatang atau berbatang sangat rendah yang tumbuh hingga 60 – 100 cm (24 – 39 in) tumbuh secara menyebar. Daun tebal dan berdaging, hijau abu-abu-hijau, dengan beberapa varietas menunjukkan bintik-bintik putih pada permukaan batang bawah dan atas. Margin daun bergerigi dan memiliki gigi putih kecil. Bunga diproduksi pada musim panas pada daun sampai 90 cm (35 in) tinggi, masing-masing bunga gantung, dengan mahkota tabung kuning panjang 2-3 cm (0,8-1,2 in) (Yates A., 2002). Seperti spesies Aloe lainnya, lidah buaya membentuk arbuscular mycorrhiza, sebuah simbiosis yang memungkinkan tanaman bisa mendapat mineral nutrisi dalam tanah dengan lebih baik (Gong M, Wang F, Chen Y, January 2002).

Lidah buaya adalah tanaman yang semua bagian dari tumbuhan ini bermanfaat, pelepah lidah buaya dapat dikelompokan menjadi 3 bagian yang dapat digunakan untuk pengobatan, antara lain: Daun, keseluruhan daunnya dapat digunakan baik secara langsung atau dalam bentuk ekstrak, kemudian eksudat, adalah getah yang keluar dari dalam saat dilakukan pemotongan, eksudat ini berbentuk kental berwarna kuning, dan rasanya pahit. Kemudian gel, adalah bagian yang berlendir yang diperoleh dengan cara menyayat bagian dalam daun (Fumawanthi, 2004)

Didalam gel aloe vera ini dipercaya mengandung berbagai zat aktif dan enzim yang sangat berguna imtuk menyembuhkan berbagai penyakit. Karena kandungan zat aktif dan enzim inilah maka sifat gel ini sangat sensitif terhadap suhu, udara dan cahaya, serta sangat mudah teroksidasi gel akan mudah berubah warna menjadi kuning hingga coklat (Fumawanthi, 2004).

Seledri (Apium graveolens L.) merupakan herba tegak, tinggi sekitar 50 cm dengan bau aromatik yang khas, batang persegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau pucat. Daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai. Anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm, pertulangan menyirip, berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk berbentuk payung, 8-12 buah, kecil-kecil, berwarna putih mekar secara bertahap. Buahnya buah kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, berwarna hijau kekuningan (Dalimarta, 2003).

Selengkapnya silakan download melalui link berikut : DOWNLOAD PDF
Pustaka acuan "Tanaka, et al": DOWNLOAD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar